Jama'ah Penuh Berkah

Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.

Pilar Da'wah

Mentoring adalah salah satu bagian dari pilar da'wah kita, dan anak muda adalah tonggak perjuangan)

Inilah Jalan Kami

Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik. (12:108)

Biduk Kebersamaan

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.

Bai'at adalah pintu perjuangan

Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan.

Tampilkan postingan dengan label Berita PKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita PKS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2011

Aleg PKS Ngantor ke Senayan dengan Angkutan Umum



Tak semua anggota DPR hidup glamor. Salah satu anggota DPR yang dikenal hidup sederhana dan bersaja adalah TB Soenmandjaja. Anggota Komisi II dari Fraksi PKS ini tidak canggung menggunakan angkutan saat pulang dan pergi kerja ke gedung DPR di Senayan.

Soenmandjaja sudah jadi anggota DPR sejak 1999. Dengan gaji yang diterima tiap bulannya, dia mengaku sudah sangat cukup. Saat ini sebenarnya dua punya dua mobil, Toyota Rush dan Suzuki APV. Namun untuk pergi kerja, dia lebih senang angkutan umum.

"Rumah saya di sebuah kampung di Kabupaten Bogor. Setiap berangkat, saya jalan kaki dulu ke tempat angkot ngetem, kemudian disambung naik kereta ke stasiun Karet. Dari Karet, saya naik Kopaja 608 lalu turun di depan gedung DPR," tuturnya kepada wartawan.

Kenapa memilih naik angkutan umum? Soenmandjaja mengatakan, anggota DPR beda dengan pengusaha. Dia jadi anggota DPR karena ada orang yang mau memilihnya. Karena itu, sebisa mungkin dia menghargai para pemilihnya dengan hidup sederhana.

Soenmandjaja mengaku sesekali dirinya juga memang pakai kendraan pribadi ke DPR. Tapi, itu dilakukan hanya saat dia harus membawa berkas banyak atau saat kerjaan di DPR sangat padat. "Kalau dihitung, tidak satu bulan sekali saya pakai kendaraan pribadi," katanya.


(foto Soenmandjaja naik KRL)

Baginya, naik kendaraan umum lebih enak. Sebab, di dalam kendraan umum semacam kereta, dia bisa ketemu dengan banyak orang. Bisa diskusi dan bisa menyerap aspirasi. Karena itu, dia mengajak koleganya di DPR untuk sesekali mencoba menggunakan kendaraan umum. "Anggota DPR memang sepantasnya membatasi diri. Walau mampu, ya sebisa mungkin agar tetap sederhana. Sebab, jabatan DPR beda dengan pengusaha. DPR itu dipilih rakyat," tuturnya.

http://pkspiyungan.blogspot.com/2011/11/aleg-pks-ngantor-ke-senayan-dengan.html?utm_source=feedburner&utm_medium=twitter&utm_campaign=Feed%3A+partaikeadilansejahtera+%28Partai+Keadilan+Sejahtera%29 
http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2011/11/14/45710/Soenmandjaja-Ngantor-ke-Senayan-dengan-Angkutan-Umum-

Senin, 14 November 2011

Dewan Masih Suka Bolos, PKS Desak Tata Ulang Tatib

JAKARTA - Meski banyak mendapat sorotan karena sering bolos dalam sidang, kinerja para wakil rakyat di Senayan tak juga membaik. Faktanya, pada Rapat Paripurna pembukaan masa sidang kedua tahun 2011, Senin (14/11), masih ditemukan banyaknya politisi membolos, datang terlambat dan keluar ruangan sebelum sidang selesai.

Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS, Anis Matta menyebutkan perlunya langkah kongret untuk melakukan perubahan tata tertib. "Sebenarnya,  masih ada yang harus ditata ulang sistem persidangannya, supaya bisa disederhanakan," kata Anis Matta, usai paripurna di Jakarta, Senin (14/11).

Menyoal anggota fraksi yang banyak tidak hadir, Anis hanya mengungkapkan bahwa itu merupakan tanggungjawab masing-masing fraksi dan tidak bisa diintervensi. "Itu urusan pencitraan mereka di hadapan publik. Tapi terkait dengan itu sendiri perlu perbaikan mekanisme persidangan," jelas Anis.

Soal sanksi, kata dia, biarkan Dewan Kehormatàn DPR RI yang bertindak. "Sanksi itu urusan BK. Karena setiap habis sidang absensi diberikan ke BK. BK yang memerosesnya," kata Anis lagi.

Anis mengaku sudah menyampaikan ke pimpinan sidang lainnya menyoal perlunya menata ulang sistem persidangan supaya lebih simpel. Seperti acara Badan Musyawarah (Bamus) yang sebenarnya hanya agendanya pengaturan jadwal. Yang hanya dihadiri oleh ketua fraksi saja. Hal itu harus disederhanakan kembali. "Bagaimana kita menjadwal itu tanpa harus adanya pimpinan Fraksi. Harus disederhanakan secara komperensif," katanya lagi.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustafa, mengatakan bahwa Fraksi PD selalu memberikan teguran dan mengingatkan agar anggotanya mengikuti semua persidangan. "Kita  setiap seminggu sekali evaluasi absensi, baik itu rapat biasa maupun paripurna," kata Saan.

Menurutnya, dulu sudah ada sistem sidik jari yang tidak bisa dimanipulasi. Namun, sekarang ini dia memandang aneh, karena banyak anggota yang tak hadir tapi absennya full. "Perlu dipikirkan absen yang tidak bisa dimanipulasi," katanya.

Menurut dia, mengharapkan kesadaran itu sangat sulit. "Itu terkait moralitas," kata anggota Komisi III DPR RI itu. (boy/jpnn)


http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=108018

Para Pengemban Amanah

Para Pengemban Amanah