Jama'ah Penuh Berkah

Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.

Pilar Da'wah

Mentoring adalah salah satu bagian dari pilar da'wah kita, dan anak muda adalah tonggak perjuangan)

Inilah Jalan Kami

Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik. (12:108)

Biduk Kebersamaan

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.

Bai'at adalah pintu perjuangan

Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan.

Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR BANJAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR BANJAR. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2011

Kios di Doboku Mulai Bertambah

BANJAR – Menjelang penataan Doboku sebagai kawasan wisata kuliner dengan anggaran Rp 1 miliar di semester pertama tahun 2011, kios-kios baru mulai bermunculan. Pasalnya, kuota 35 kios yang akan dibangun oleh pemkot melalui APBD di kawasan tersebut masih kurang. Sehingga banyak diantara pedagang yang berinisiatif untuk membuka kios di kawasan tersebut.
Untuk sementara, di kawasan Doboku baru terdapat 20 kios. Itu pun tidak semuanya difungsikan oleh pemiliknya.
Tinto, warga Paturaman, salah satu yang mendirikan kios baru disana mengatakan, kesempatan untuk berdagang di Doboku terbuka lebar, hanya saja siapa yang cepat mengisi lapak yang kosong tentunya akan memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk dalam daftar penataan kios wisata kuliner.
“Ketika mendengar kawasan Doboku akan ditata, itu adalah kesempatan, karena kawasan ini memang sudah ramai. Sehingga pengunjung kemungkinan akan lebih banyak setelah ditata. Karena itu saya secepatnya membangun kios disini agar tidak kehabisan lapak,” ujar Tinto.
Nunik, pedagang di wisata kuliner Jalan Kantor Pos juga sudah mengincar satu lapak di Doboku. Keinginan tersebut dipicu oleh akan ada penataan kawasan tersebut, disamping juga ingin mengembangkan usahanya.
“Menurut saya potensi wisata kuliner Doboku sangat menjanjikan, dan tentunya secara hitungan bisnis bisa menguntungkan,” akunya. (bmp)
Sumber : http://www.radartasikmalaya.com/index.php?option=com_content&view=article&id=10715:kios-di-doboku-mulai-bertambah&catid=76:hot-topic

Maling Embat Motor Dinas

BANJAR – Motor dinas milik Pemerintah Desa Cibeureum Kecamatan Banjar diembat maling di rumah Sekretaris Desa Cibeureum Yayan Herlan. Peristiwa yang diperkirakan terjadi antara Minggu malam dan Senin dini hari tersebut membuat sekdes yang merupakan warga Desa Pasirnagara RT 12/03 harus mengganti motor tersebut.
Kejadian tersebut kali pertama diketahui oleh Yayan sendiri. Saat terbangun dari tidurnya sekitar pukul 04.30 pada Senin (14/5), ia terkejut karena motor dinas jenis Supra X 125 nopol Z 2725 X yang sehari-hari dipakainya yang disimpan di ruang tamu sudah tidak ada.
“Begitu saya tahu motor tidak ada, saya pun menghubungi rekan-rekan dan kepolisian (Polsekta Banjar untuk melaporkannya,” kata Yayan.
Yayan menduga maling masuk dari jendela ruang tamu. Karena pada salah satu bagian jendela terlihat ada bekas congkelan. Kemudian maling langsung mengambil motornya dari dalam rumah dengan kunci palsu.
“Kuncinya ada tergeletak di atas meja makan ruang tengah dan saya pun tidak tidur di kamar tetapi di ruang tengah bersama istri saya. Saya hanya bisa pasrah. Kalau hilang mau diapakan lagi. Kalau harus mengganti saya tidak tahu uang buat menggantinya bagaimana,” jelasnya kepada Radar, kemarin.
Sementara Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Kota Banjar Dedi Supriyadi S.STP yang sempat ditemui Radar usai mengikuti rapat koordinasi di sekretariat daerah mengaku belum menerima kabar tentang kehilangan motor dinas tersebut.
“Namun sesuai aturan, apabila motor hilang saat tidak sedang bertugas harus diganti. Kalau sedang (dipakai) bertugas atau hilang di kantor, tidak usah diganti,” katanya.
Terpisah, Kapolsekta Banjar Kompol Bambang melalui Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Aipda Mamat Abidin mengaku sudah menerjukan tim identifikasi ke TKP (tempat kejadian perkara) dan melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap sekdes Cibeureum. “Kasus ini masih dalam penyelidikan. Dipastikan modusnya adalah mencongkel jendela dan diduga pelakunya lebih dari satu orang. Hal ini harus menjadi pelajaran. Warga harus meningkatkan siskamling dan selalu memasang kunci ganda walaupun motor disimpan di dalam rumah, jangan pernah merasa aman dengan kunci kontak,” tandasnya.
Peristiwa ini menambah jumlah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polresta Banjar. Di bulan Maret 2011, sudah terjadi aksi yang sama sebanyak tiga kali. Yakni Selasa (1/3) sore di Lingkungan Banjar Kolot motor Honda Supra X.
Kemudian pada Rabu (2/3) malam di Dusun Binangun motor Viar. Ketiga, Senin (7/3) di Lingkungan Sidamukti Kelurahan Muktisari Kecamatan Langensari yakni motor Honda Vario. (uda)
Sumber : http://www.radartasikmalaya.com/index.php?option=com_content&view=article&id=10763:maling-embat-motor-dinas&catid=76:hot-topic

Situ Leutik Punya Potensi Pariwisata yang Besar

Situ Leutik sangat potensial dijadikan objek pariwisata air. Bahkan belum lama ini, Situ Leutik telah diuji coba oleh Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi (PU TAMBEN).
Selain itu, lokasi ini kemungkinan besar akan berkembang menjadi tempat pemancingan terbesar warga Kota Banjar.
Di Kota Banjar pemancingan menjadi potensi yang sangat besar sebab setiap kolam pemancingan selalu penuh. Ini menandakan bahwa sebagian besar warga Banjar mempunyai hobi memancing. Jika Situ Leutik nantinya menjadi tempat berkembangnya ikan air tawar, maka yang akan paling banyak menjadi pengunjung Situ Leutik bisa jadi adalah yang hobi mancing, ujar karman. salah seorang warga Pangadegan Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman yang mempunyai hobi memancing.
Apalagi, lanjut  Karman, yang namanya memancing di embung biasanya tidak akan ditarik biaya, sebab ikan yang ada disana adalah alami. Meski nantinya ada yang menanam ikan, katanya, itu bukan berarti milik, tetapi itu biasanya dilakukan secara cuma-cuma oleh orang yang peduli terhadap ekosistem di embung Situ Leutik.
"Memancing denagn ditarik biaya saja dikejar, apalagi gratis. Tentu akan membeludak. Dan kalu pun hanya membayar retribusi masuk saja, itu tetap dianggap gratis," ungkap Karman.
Kepala Bagian Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PU Tamben H Endang Pandi S Sos membenarkan bahwa potensi perikanan di embung Situ Leutik cukup besar. Bahkan potensi pariwisata memancing di sana diprediksi akan sangat berkembang. Untuk menanam ikan di Situ Leutik, Kata Endang, bisa dilakukan siapa saja. Meski begitu, lanjut Endang, akan lebih baik jika masyarakat Banjar yang melakukannya.
"PNS di Kota Banjar itu banyak. Kalau sebagian dari PNS menanam ikan di Situ Leutik tentunya habitat ikan di sana akan semakin besar dan bisa menjadi cukup untuk mengembangkan wisata mancing termasuk wisata airnya," Kata Endang.
sumber : http://www.banjar-jabar.go.id/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=2261

Para Pengemban Amanah

Para Pengemban Amanah