Jama'ah Penuh Berkah

Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.

Pilar Da'wah

Mentoring adalah salah satu bagian dari pilar da'wah kita, dan anak muda adalah tonggak perjuangan)

Inilah Jalan Kami

Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik. (12:108)

Biduk Kebersamaan

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.

Bai'at adalah pintu perjuangan

Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan.

Tampilkan postingan dengan label PKS UPDATE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS UPDATE. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2011

PKS Bisa Dapat Giliran Pertama Ketua Harian Setgab

Jika memang sudah disepakati Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menjadi wakil ketua koalisi mendampingi SBY sebagai ketua koalisi, maka jabatan ketua harian harus segera digilir secara bergantian oleh para ketua umum parpol koalisi.

Pengamat politik Indo Barometer Abdul Hakim mengusulkan agar giliran pertama kursi ketua harian Setgab didasarkan kepada jumlah kursi di parlemen. Dikarenakan Demokrat dan Golkar sudah mendapatkan kursi ketua dan wakil ketua koalisi, maka ketua harian hanya digilir untuk PKS, PAN, PKB dan PPP.

"Kursi PKS kan lebih banyak dari PAN, PKB dan PPP, jadi Presiden PKS bisa dapat giliran pertama jadi ketua harian Setgab," ujar Abdul Hakim kepada INILAH.COM, Selasa (19/4/2011).

Adapun kursi Sekretaris Setgab Koalisi, menurutnya tetap layak disandang oleh Syarief Hasan. Selain karena kepiawaiannya, Syarif juga merepresentasikan Partai Demokrat.

"Demokrat kan sudah dapat dua kursi, ketua koalisi dan sekretaris jadi tidak perlu kursi ketua harian lagi. Hitung-hitung memberi kesempatan kepada ketua umum parpol koalisi agar kebagian giliran lah supaya harmonis," ujarnya.

Seperti diberitakan, Setgab Koalisi sudah menyepakati jabatan ketua harian akan digilir oleh para ketua umum parpol koalisi. Sementara Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie naik jabatan menjadi wakil ketua koalisi.

"Jadinya pimpinan koalisi dipimpin ketua umum dari partai koalisi. Presiden SBY sebagai ketua koalisi, Pak Ical (Aburizal) menjadi wakil ketua," kata Ketua DPP Partai Demokrat Jafar Hafsah kepada wartawan, Senin (11/4/2011). [mah]

Kamis, 14 April 2011

PKS: Yusuf Supendi Gagal Pecah Belah Partai

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera mengaku ulah pendiri Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera) Yusuf Supendi mengumbar isu borok partai justru memperkuat solidaritas kader. Bahkan, kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq, ia menerima banyak pesan singkat (SMS) berupa dukungan dari Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Daerah PKS.

"Dari pemantauan DPP PKS terhadap manufer Yusuf Supendi ternyata respons struktur dan kader di berbagai daerah hampir sama, mereka menyatakan tidak ada pengaruh dan bahkan memperkuat soliditas internal," ujar Mahfudz di MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu (30/3).

Mahfudz membacakan sejumlah SMS dukungan tersebut. Ketua DPD PKS Kota Banjar, Jawa Barat, Supriyadi misalnya menyatakan dalam sepekan menerima kedatangan masyarakat untuk konfirmasi. Mereka mengaku tidak langsung percaya apa yang dikatakan Yusuf.

"Alhamdulilah, ustadz semakin banyak komentar dari Yusuf Supendi soliditas kader makin kuat, mudah-mudahan awal kemenangan PKS di tahun 2014," ujar Ketua DPP PKS Kota Cimahi, Jawa Barat, Santoso dalam pesan singkatnya kepada Mahfudz.

Ketua DPD PKS Kuta Selatan, Bali, Romi, menilai Yusuf Supendi sedang menebar fitnah. Sementara, kader PKS di kawasan Maluku menilai Yusuf Supendi gagal memecah-belah PKS. Kader PKS berkomitmen akan tetap solid.

"Walaupun Yusuf Supendi ingin menghancurkan PKS, kami akan tetap solid, bravo PKS," ujar Rifai Yusud, Ketua DPD PKS Kota Ternate, Maluku Utara.(Andhini)

Kamis, 07 April 2011

Kemenag Panggil Kepala Madrasah

BANJAR – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar segera mengumpulkan seluruh kepala madrasah se-Kota Banjar, guna menyikapi kasus overdosis (OD) lima pelajar MTS.

Terjadinya kasus overdosis di sekolah madrasah di bawah naungan Kemenag Kota Banjar, dinilai telah mencoreng citra lembaga pendidikan Islam karena dalam kesehariannya lebih banyak mentransformasikan pendidikan keagamaan Islam dibanding sekolah umum. “Terjadinya kasus lima pelajar overdosis dan menewaskan satu pelajar, harus diakui buruknya pembelajaran akhlak dan moral siswa,” tutur Kepala Kemenag Kota Banjar Undang Munawar, kemarin.

Undang menegaskan, pihaknya sangat menyesalkan kasus tersebut sampai terjadi menimpa pelajar sekolah madrasah. Kejadian tersebut, lanjut dia, harus menjadi cermin bagi semua pelajar akan dampak negatif dari minuman memabukkan dan penyalahgunaan obat medis.“Seluruh kepala sekolah madrasah akan dikumpulkan besok (hari ini). Kami akan membahas persoalan ini karena sangat serius.

Seluruh kepala sekolah harus bertanggung jawab dalam meningkatkan pembinaan moral siswa dan pengawasan harus lebih ditingkatkan,” tegasnya. Undang mengakui dirinya sangat terkejut mendengar kejadian itu.Yang menjadi pertanyaan bagi Undang, kenapa kasus tersebut bisa sampai terjadi menimpa pelajar madrasah.“ Kami juga akan melakukan kajian komprehensif,latar belakang pergaulan siswa bersangkutan.

Memang, pergaulan akhlak siswa menjadi tugas bersama bukan hanya sekolah termasuk pihak keluarga, tapi kami tetap akan meminta kepala madrasah untuk lebih meningkatkan pembinaan,” tukasnya. Undang menambahkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya terkait kelima pelajar madrasah yang mengalami overdosis tersebut,mereka baru pertama kali mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan (racikan minuman seduh dan alkohol 70%) yang dibeli dari apotek.

“Ada yang mencoba merusak generasi muda dengan cara mengajari mereka,tapi itu tugas polisi untuk mengusutnya bukan kewenangan kami,”pungkas Undang. Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banjar AKBP Tedi Hermansyah menegaskan, pihaknya akan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjar dalam memerangi kasus serupa agar tidak terjadi di Kota Banjar.
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/391241/44/

Selasa, 05 April 2011

Gempa 5,4 SR Ujung Kulon Terasa ke Jakarta


Terjadi pada pukul 11.34 WIB di kedalaman 23 km. Meski sedang, getarannya membuat kaget.

VIVAnews -- Gempa dengan kekuatan sedang, 5,4 skala Richter menggoyang Ujung Kulon, Banten, Selasa 5 April 2011 pada pukul 11.34 Waktu Indonesia Barat.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada di 7.38 Lintang Selatan, 105.97 Bujur Timur. Pusat gempa berada di 83 kilometer Tenggara Ujung Kulon. Lindu terjadi pada kedalaman 23 kilometer.

Meski kekuatannya tidak besar, gempa ini dirasakan di sejumlah wilayah. Salah satunya di Cibubur, Jakarta Timur. "Terasa ada getaran antara 2-3 detik," kata salah satu warga, Tono kepada VIVAnews,com, Selasa siang. Gempa ini, tambah dia, sempat membuat kaget warga. "Orang-orang ke luar dari kantor."

Getaran gempa juga terasa di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan. Gempa hari ini hanya berselang sehari dari gempa berkekuatan besar 7,1 skala Richter yang mengguncang Cilacap, Jawa Tengah Senin 4 April 2011.

Situs BMKG menunjukkan, gempa Cilacap terjadi di 293 km Barat Daya Cilacap atau 10.01 Lintang Selatan (LS) dan 107.69 Bujur Timur (BT). Getarannya terasa sampai Jakarta. Peringatan tsunami dikeluarkan sesaat pasca gempa, namun dicabut 1,5 jam kemudian. Gempa tak menimbulkan kerusakan di wilayah Cilacap. (umi)
• VIVAnews

Setelah 77 Jam Tangki Cilacap Akhirnya Padam


Sekitar pukul 10.35 WIB, Pertamina akhirnya berhasil memadamkan api di tangki terakhir.


VIVAnews - Setelah terbakar sejak Sabtu 2 April 2011 pada pukul 04.55 WIB, tangki minyak milik PT Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, akhirnya berhasil dipadamkan. Pemadaman itu membutuhkan waktu lebih dari 77 jam.
Sekitar pukul 10.35 WIB, Pertamina sukses memadamkan api yang berkobar di tangki 31 T-7 dan terus melakukan penyemprotan untuk pendinginan. Tangki 31 T-7 merupakan tangki terakhir yang berhasil dipadamkan, setelah sebelumnya tangki 31 T-2 dan 31 T-3 dapat dipadamkan pada Minggu 3 April 2011.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Mochamad Harun, mengatakan pemadaman dibantu dengan menggunakan Terminator Canon Foam yang mulai dilakukan pada Selasa pukul 09.15 WIB dan pada pukul 10.35 WIB api berhasil dipadamkan.
"Saat ini, tangki 31 T-7 terlihat sudah menimbulkan asap putih yang menandakan api sudah padam," kata Harun dalam penjelasan tertulis yang diterima VIVAnews.com di Jakarta, Selasa 5 April 2011.

Menurut dia, Terminator Canon Foam yang mampu menyemprotkan campuran foam dan air dengan daya lontar hingga 3.500 galon per menit ini membutuhkan foam sekitar 24 ton per jam dan suplai air dari dua jalur pipa. Pasokan foam terus ditambah dengan mendatangkan stok dari beberapa daerah, termasuk dari Jakarta sebanyak 25 ton.

Pada saat yang bersamaan, dia menjelaskan, proses proteksi dan pendinginan di tangki 31 T-104 yang berdekatan dengan tangki 31 T-7 juga terus dilakukan untuk menjaga suhu tangki tersebut di bawah 50 derajat celcius.

Sementara itu, kedua tangki yang terbakar lainnya, yaitu tangki 31 T-2 dan 31 T-3 sudah dinyatakan padam sejak Minggu.

Proses pemadaman dan pendinginan yang hingga kini terus dilakukan tidak terganggu oleh gempa berskala 7,1 skala Richter yang terjadi di Cilacap pada Senin 4 April 2011 pukul 03.05 WIB.

Pasokan bahan bakar minyak pun dinyatakan aman dengan ketersediaan stok yang berada di level normal. Terminal Lomanis juga masih beroperasi untuk memasok BBM ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Pada Minggu, Pertamina juga telah mengalirkan produksi kilang ke Terminal Transit Lomanis  yang terdiri atas minyak tanah sebanyak 7.300 kiloliter (KL), premium 13.000 KL, dan solar 28.000 KL. Dari Terminal Transit Lomanis BBM ini selanjutnya disalurkan melalui pipa ke depot Padalarang, Ujung Berung, Tasikmalaya, Rewulu, dan Depot Teras.

Pertamina menjamin pasokan BBM dalam kondisi aman dengan volume stok premium, solar dan kerosin dijaga pada level 3,2 juta KL. Untuk avtur mulai dikapalkan sejak Senin sebanyak 17.000 KL ke Depot Manggis, Bali dan Soekarno Hatta. (umi)
• VIVAnews

Minggu, 03 April 2011

Gedung Baru, Ketua DPR dan Presiden Disomasi

Gedung baru DPR dianggap melanggar hak subyektif rakyat yaitu hak kedaulatan atas anggaran

VIVAnews - Rencana pembangunan gedung baru DPR terus menuai protes dari masyarakat. Kini, Tim Koalisi Advokasi APBN untuk Kesejahteraan Rakyat bahkan mengancam akan menggugat pimpinan DPR RI dan Badan Urusan Rumah Tangga DPR RI terkait pembangunan gedung baru tersebut.

"Seharusnya dana-dana itu untuk kesejahteraan rakyat miskin" kata salah satu anggota tim advokasi Jansen E Sihaloho di Jakarta, Minggu, 3 April 2011.

Tim koalisi menilai menilai persetujuan pembangunan DPR oleh pimpinan DPR RI dan Badan Urusan Rumah Tangga DPR merupakan perbuatan melanggar hukum penguasa sebagaimana diatur dalam pasal 1365 KUHPerdata.

Pembangunan gedung baru DPR dianggap telah melanggar hak subyektif rakyat yaitu hak kedaulatan rakyat atas anggaran. Serta mengabaikan kesejahteraan rakyat dengan menghambur-hamburkan keuangan negara.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini juga menuntut agar DPR membatalkan rencana pembangunan gedung DPR RI, membatalkan proses tender pembangunan gedung, serta menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat indonesia karena telah lalai melakukan kewajiban hukumnya.

Rencananya, tim koalisai advokasi ini akan mengajukan somasi kepada DPR, presiden, menteri keuangan dan pimpinan Fraksi DPR RI agar dalam tengat waktu satu minggu pimpinan DPR dan badan urusan rumah tangga untuk memutuskan pembatalan gedung DPR.

Jika keinginan tersebut tidak dilaksanakan, tim ini akan mengajukan upaya hukum di Pengadilan Negeri berupa gugatan warga negara dan legal standing terhadap pimpinan DPR RI serta pihak lain yang dianggap bertanggungjawab.
• VIVAnews

Selasa, 29 Maret 2011

Banjir Bandang Ciamis, 1 Tewas 3 Hilang

Sebuah rumah di Padamulya, Ciamis, hancur dihantam banjir bandang. (Dok: Sun TV))
Sebuah rumah di Padamulya, Ciamis, hancur dihantam banjir bandang. (Dok: Sun TV))
CIAMIS - Banjir bandang yang menerjang Desa Padamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin sore, memakan korban jiwa. Satu orang dilaporkan tewas dan tiga lainnya masih dinyatakan hilang.

Ikin (70), warga Blok Kali Ciarus, Dusun Ciawitali, Desa Padamulya tewas setelah tidak kuasa melawan aliran air bercampur lumpur yang deras.

“Selain korban tewas, sedikitnya tiga orang dilaporkan hilang. Namun, orang hilang ini masih divalidasi apakah hilang tergerus bencana atau dibawa keluarga lain. Salah seorang dari tiga yang dilaporkan hilang merupakan seorang balita,” terang Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Ciamis Herdi Soleh, semalam.

Hingga Selasa pagi ini belum diketahui nasib korban hilang, namu warga dan petugas masih melakukan pencarian.

Sementara itu Herdi menjamin ketersediaan logistik bagi ribuan pengungsi terjamin untuk 2 hari ini.

Dinsosnakertrans sudah menyalurkan 2.000 bungkus nasi untuk makan malam dan pagi bagi para pengungsi korban banjir bandang dan longsor di Desa Padamulya.

Herdi mengungkapkan 2.000 nasi bungkus tersebut disedikan untuk makan malam pengungsi yang berada di kantor kecamatan, gedung sekolah, dan sejumlah masjid.

“Berdasarkan data yang kami peroleh sedikitnya ada 3.000 warga yang mengungsi. Namun, sebagian sudah dibawa mengungsi ke rumah keluarga masing-masing,” ucap Herdi.

Dia menyebutkan, untuk sementara disediakan sebanyak 2.000 bungkus nasi, jika kurang masih bisa disuplai. Selain makan malam penanganan darurat juga diberikan makan pagi dan siang.

Jika banjir tak juga surut, maka Dinsosnakertrans siap membuat dapur umum untuk menjamin pangan para pengungsi. Meski demikian Herdi mengaku pihaknya tak memiliki dana untuk menjamin logistik pengungsi jika banjir tak juga surut untuk waktu yang lama.

“Tapi, kita lihat saja nanti yang pasti kami antisipasi. Kami juga tidak menutup uluran tangan pihak luar,” pungkas Herdi.
sumber : http://news.okezone.com/read/2011/03/29/340/439904/banjir-bandang-ciamis-1-tewas-3-hilang

Senin, 28 Maret 2011

PBNU Desak Pemerintah Jadi Penengah

 
 
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengutuk keras serangan Amerika Serikat beserta sekutunya ke Libya. Agar kemelut politik di Libya berakhir, PBNU mendesak Pemerintah Indonesia turut berperan sebagai penengah, baik melalui Organisasi Konferansi Islam maupun kelompok negara Gerakan Non Blok.
"Kami telah mengirimkan surat ke pemerintah agar segera berperan sebagai penengah, baik melalui Organisasi Konferansi Islam (OKI) maupun melalui kelompok negara Gerakan Non Blok," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, Minggu (27/3/2011) di sela Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta.
Menurut Said, selama ini Amerika Serikat selalu menekankan pentingnya penghormatan kedaulatan dan kebebasan. Namun, cara-cara yang dilakukan Amerika Serikat serta sekutunya di NATO justru biadab dan melanggar kemanusiaan.
"Mereka (Amerika Serikat dan sekutunya) banyak mengajari kita tentang demokrasi dan kedaulatan negara. Lalu, mengapa mereka turut campur dalam urusan politik di Libya," ucapnya.
Said menegaskan, persoalan dalam negeri di Libya biarlah menjadi urusan mereka. Namun, peran Indonesia sebagai penengah dalam memberikan imbauan dan masukan bisa dilakukan.  
"Mengapa Amerika Serikat harus ikut campur urusan dalam negeri? Sikap Amerika Serikat selalu seperti itu, seperti kasus di Afganistan dan Irak. Sama seperti di Libya, di Afganistan dan Irak banyak minyak sehingga Amerika Serikat langsung turut campur, sementara di Somalia dan Yaman yang tak ada apa-apa ditinggalkan begitu saja," paparnya.
Tak obral peluru
Terlepas dari sikap Amerika Serikat dan sekutunya, PBNU juga berharap agar Presiden Libya Moammar Khadafy tidak mengobral peluru dan lebih mengutamakan kepentingan rakyatnya. Sebab, cara-cara kekerasan justru akan semakin menyengsarakan masyarakat dan mengakibatkan situasi sosial politik Libya semakin tak kondusif.
Karena itu, salah satu rekomendasi yang diputuskan dalam Rapat Pleno PBNU di Yogyakarta adalah kutukan terhadap aksi-aksi kekerasan di Libya, baik yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya maupun pemerintah terhadap rakyatnya. 

PKS: Desak PBB Kontrol Sekutu

  
 
JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Pemerintah Indonesia berperan aktif mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mengontrol serangan Amerika Serikat dan sekutunya ke Libya. Anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, mengatakan, intervensi sekutu ke Libya tersebut justru menimbulkan banyak korban masyarakat sipil.
"Sangat wajar kita sebagai Indonesia menuntut Dewan Keamanan PBB untuk menggelar sidang mengevaluasi pelaksanaan resolusi yang telah dipelintir kepentingan Inggris, Amerika, Perancis, untuk kepentingannya sendiri," ujar Hidayat, ditemui di acara aksi kepedulian Timur Tengah PKS, di Monas, Jakarta, Minggu (27/3/2011).
Seperti diketahui, Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan ke Libya atas dasar resolusi Dewan Keamanan PBB. Resolusi tersebut memungkinkan segala cara untuk melindungi masyarakat sipil Libya. Namun, resolusi itu seolah melegalkan pasukan sekutu mengintervensi kedaulatan Libya. Masyarakat sipil justru menjadi korban serangan sekutu.
Hari ini, PKS menggelar aksi Kepedulian Krisis Timur Tengah di Taman Monas, Jakarta. Ratusan kader dan simpatisan PKS berkumpul menggalang aksi dan dana. "Kita berharap masyarakat sipil diselamatkan, dan itu harus. Apa yang dilakukan tentara aliansi di Libya harus ditolak. Bukan berarti kita mendukung suatu rezim tertentu, apalagi yang menyusahkan rakyat," ujar Hidayat.
Selain mendesak Pemerintah Indonesia untuk lebih aktif mendorong PBB, PKS dalam aksinya juga mengutuk segala kekerasan dan pembantaian rakyat supil yang dilakukan rezim otoriter, khususnya di Libya. PKS juga mengimbau masyarakat dan lembaga-lembaga kemanusiaan untuk membantu para korban tindak kekerasan rezim seperti di Libya. Dalam selebaran yang dibagikan, PKS juga mengutuk serangan udara yang dilakukan militer Israel baru-baru ini terhadap pemukiman penduduk di Jalur Gaza, Palestina.

Minggu, 27 Maret 2011

Peduli Krisis Timteng, PKS Kerahkan 200 Ribu Massa

PKS Gelar Aksi Peduli Timur TengahJAKARTA—PKS akan mengerahkan sekitar 200 ribu kader dan simpatisannya dalam Aksi Kepedulian Indonesia untuk Krisis Timur Tengah. Aksi yang melibatkan massa PKS dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya tersebut akan digelar Minggu (27/3) di Lapangan Monas, Jakarta mulai pukul 12.30 wib.

Menurut Koordinator Aksi Tubagus Arif, aksi kepedulian ini akan dihadiri tokoh nasional dari berbagai ormas, orpol, juga tokoh lintas agama. Di antaranya Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Hidayat Nurwahid, politisi senior Sabam Sirait, La Ode Ida (Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah), Pendeta DR. Nus Riemas (Ketua Wali Gereja Injil Indonesia), politisi PKS Yoyoh Yusroh, Triwisaksana, dan Selamat Nurdin, serta sejumlah tokoh lainnya.

Tubagus mengemukakan, aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan rasa prihatin yang mendalam atas nasib masyarakat sipil yang menjadi korban krisis politik dan konflik bersenjata, yang berkecamuk di sejumlah negara di Timur Tengah, seperti di Yaman, Bahrain, Libya, juga di Palestina. “Sebagai bangsa yang cinta damai kita mengharapkan semua pihak yang bertikai mau duduk mencari solusi terbaik bagi bangsa dan negaranya masing-masing tanpa harus mengorbankan masyarakat sipil,” kata Tubagus.

PKS meminta agar pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi untuk mengakhiri krisis politik dan konflik bersenjata tersebut guna menghindari jatuhnya korban rakyat sipil yang lebih banyak lagi.   


Krisis Libya
Khusus mengenai krisis di Libya, PKS mengharapkan agar pemerintah Indonesia mendesak PBB untuk mengawasi dengan ketat aksi tentara koalisi di Libya. Tanpa pengawasan yang ketat dikhawatirkan pasukan koalisi di bawah komando AS hanya akan menimbulkan persoalan baru di negeri kaya minyak itu. Motif pasukan koalisi harus sesuai dengan mandat PBB yaitu menjaga zona larangan terbang agar milter Libya tidak semena-mena menembaki dan membom rakyatnya sendiri dengan pesawat tempur. di Libya.

Jika tidak dikontrol dikhawatirkan, motif pasukan koalisi berubah dari menjaga zona larangan terbang menjadi invasi dan akhirnya menduduki Libya. Langkah selanjutnya adalah menguasai sumber daya alam Libya yang kaya akan minyak bumi. “Kita tidak ingin Libya menjadi seperti Irak. Ini harus dicegah,” katanya.

“Kita mendukung perjuangan rakyat Libya yang mengingikan demokratisasi. Tapi kita tidak mau hal itu ditunggangi kepentingan Barat menguasai sumber daya alam Libya,“ tandas dia.
PKS Gelar Aksi Peduli Timur Tengahsumber :http://www.pks.or.id/news/peduli-krisis-timteng-pks-kerahkan-200-ribu-massa

Rabu, 16 Maret 2011

Bom Buku di Tiga Tempat Hanya Sasaran Antara?

INILAH.COM, Jakarta - Masyarakat mengutuk aksi teroris mengirimkan paket bom di tiga tempat di Jakarta, kemarin. Ada kekhawatiran bom ini hanya sasaran antara. Sasaran sesungguhnya adalah menghancurkan demokrasi dan pemerintahan saat ini.
Sepanjang Selasa (16/3), tercatat tiga paket bom buku disebar pelaku teror. Satu dikirimkan kepada tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdala di Utan Kayu, Kantor Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN Komjen Pol Gories Mere serta kediaman Ketua Pemuda Pancasila (PP) Yapto S Soeryosumarno di Ciganjur.
Pengamat terorisme Al Chaidar melihat, sasaran bom ke BNN dan Utan Kayu itu baru merupakan sasaran antara untuk ‘mengejutkan’ masyarakat dan negara. Sesungguhnya sasaran utama adalah demokrasi dan pemerintah yang dianggap teroris sudah tidak amanah.
“Meski ditulis nama Ulil dan Gorys Mere, bisa jadi itu sasaran antara, sebab sasaran utama adalah merobohkan demokrasi liberal dan negara, melalui efek kejut dan terror berupa uji coba dengan paket bom buku,” katanya.
Aktivis antikekerasan di Yogyakarta Alissa Wahid meminta pemerintah untuk tegas dalam penegakan hukum sehingga dapat menekan aksi kekerasan. Maraknya aksi kekerasan ini menurut Alissa diakibatkan lemahnya keamanan dan kepemimpinan nasional. Ia meminta Presiden SBY dan jajarannya bertindak tegas terhadap pelaku segala bentuk kekerasan.
Publik prihatin ketika sebuah paket buku yang ternyata berisi bom meledak di Kantor Berita Radio 68H, Utan Kayu, Matraman Jakarta Timur, Selasa (15/3/2011) pukul 16.05. Teror bom dialamatkan ke Ulil Abshar Abdallah, pemimpin Komunitas Utan Kayu, di Kantor Berita Radio 68 H (KBR68H).
Bom serupa juga dikirim ke Gorys Mere di BNN. Namun, paket bom serupa yang diterima BNN, tidak menimbulkan korban dan berhasil dijinakkan.
Pelaku pengiriman paket bom itu membutuhkan keahlian khusus. Paket itu begitu rapi sehingga diyakini punya keahlian. Ada yang mengantar, ada yang merakit. Ada juga yang membungkus menjadi paket.
“Ini semua membutuhkan perencanaan, jam berapa kamu antar, caranya mengantar bagaimana dan sebagainya,” ujar Ansyaad Mbai, Mantan Kepala Desk Antiteror di Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan.
Pola pengiriman bom secara personal ini telah menjadi tren internasional. Ini pun menjelaskan, kasus serupa pernah terjadi di Inggris, Italia dan Amerika. Kantor Kanselir Jerman Angela Merkel pun pernah dikirimi paket bom. [mdr]

Para Pengemban Amanah

Para Pengemban Amanah