Jama'ah Penuh Berkah

Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.

Pilar Da'wah

Mentoring adalah salah satu bagian dari pilar da'wah kita, dan anak muda adalah tonggak perjuangan)

Inilah Jalan Kami

Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik. (12:108)

Biduk Kebersamaan

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.

Bai'at adalah pintu perjuangan

Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan.

Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2011

Mahfud: Banyak Pejabat "Gila" Hormat

 


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyindir para pejabat yang dinilainya melakukan korupsi nonkonvensional. Korupsi tersebut, kata Mahfud, terkait adanya pemanfaatan jabatan untuk kepentingan pribadi. Salah satunya, Mahfud mencontohkan, pejabat yang gila hormat jika berada di tengah masyarakat.

"Ada pejabat yang memiliki sikap ingin dihormati berlebihan. Kalau enggak dijemput ramai-ramai merasa tersinggung. Maunya, harus dijemput pakai sirene biar ramai," ujar Mahfud di gedung MK, Minggu (13/11/2011).
Contoh lain, kata Mahfud, pejabat yang sering membuat orang-orang yang ingin bertemu dengannya harus menunggu berjam-jam.
"Dia (pejabat) bangga jika ada orang atau masyarakat yang ingin bertemu dengannya, disuruh tunggu berjam-jam. Padahal belum tentu di dalam ruangannya dia bekerja. Dia hanya duduk dan nonton TV. Itu contoh korupsi nonkonvensional," ujarnya.
"Korupsi-korupsi seperti itu yang bisa menjadi bibit-bibit korupsi konvensional seperti mengambil uang negara," kata Mahfud.
Korupsi, menurut dia, seperti candu. Sekali pejabat melakukannya, maka akan terus dilakukan selama tersimpan rapi. Mahfud mengatakan, para pejabat tidak akan hidup tenang selama tersandera pemikiran untuk melakukan korupsi. Seharusnya para pejabat menggunakan apa yang diberikan negara dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.
"Kalau pakai mobil dinas ya pakai saja, wajar kalau itu. Selama tidak merugikan negara. Tetapi jangan terus memanfaatkan apa yang diberikan negara untuk kepentingan pribadi," kata Mahfud.
http://nasional.kompas.com/read/2011/11/13/14521395/Mahfud.Banyak.Pejabat.Gila.Hormat

Para Pengemban Amanah

Para Pengemban Amanah